BeritaDaerahMalakapelemparan batupertandingansepak bola

Aksi Tak Terpuji Oleh OTK Terhadap Tim Babtista, Saat Ikuti Pertadingan Melawan Hatimuk United Pada Turnamen Novanto Cup

61
×

Aksi Tak Terpuji Oleh OTK Terhadap Tim Babtista, Saat Ikuti Pertadingan Melawan Hatimuk United Pada Turnamen Novanto Cup

Sebarkan artikel ini

Pihak Babtista sesalkan aksi pelemparan mobil yang mengangkut para pemain Babtista usai pertandingan melawan Hatimuk United, yang mengakibatkan beberapa pemain Babtista yang menjadi sasaran aksi pelemparan dari orang tidak dikenal (OTK). Dan aksi pelemparan tersebut mengakibatkan beberapa orang yang memar pada bahu, belakang dan paha, namun salah satu pemain Babtista, Ardiano Ramos Dacosta harus dilarikan ke Puskesmas terdekat dikerenakan aksi pelemparan itu sasarannya tepat pada kepala Korban, sehingga harus dibutuhkan pertolongan medis. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pelatih Tim Babtista, Nelwan Subang kepada media ini di Puskesmas Besikama, Jumat, 7 juli 2023 pukul 12.35 Wita.

Nelwan mengungkapkan, bahwa tidak ada ruang sedikit pun untuk aksi-aksi vandalisme dan kekerasan di sepak bola, sehingga kejadian seperti ini tidak boleh dibiarkan. Dalam teknikal meeting, tujuan pertandingan ini adalah untuk mencari bibit, dan turnamen inipun dibatasi umur yaitu dibawah umur 23 tahun. Jadi pemain-pemain yang mengikuti pertandingan tersebut adalah pemain-pemain yang diseleksi dari beberapa desa untuk mengambil bagian dalam turnamen Novanto Cup ini.

“Jadi menurut saya kalau pemain tidak nyaman dalam mengikuti turnamen, ini juga menjadi salah satu serangan psikis yang bisa jadi adik-adik tidak bisa berkembang maksimal. Karena Malaka kalau mau dibilang, mempunyai potensi pemain yang cukup mumpuni. Jadi adik-adik yang kita bawah kalau di tekan secara psikis terus dengan kejadian-kejadian luar biasa seperti ini, secara otomatis kita tidak bisa berkembang untuk permainan Bola kaki,”ungkap Nelwan.

Terkait kejadian aksi pelemparan itu Nelwan Subang mengatakan, bahwa pertandingan itu sudah selesai dan tim sebelah juga sudah beranjak untuk pulang, pihak keamanan yaitu Kepolisian juga sudah pulang, dan tim Babtistapun sudah beranjak untuk pulang.

“Saat hendak pulang, saya di depan mobil dan saya pastikan adik-adik sudah naik mobil. Selanjutnya kita sampai di pintu keluar, kejadiannya begitu cepat dan kebetulan saya duduk didepan sehingga tidak tau kejadian yang terjadi di belakang. Dan secara tiba-tiba para pelaku melempari mobil yang kami tumpangi yang mengakibatkan beberapa adik-adik pemain terkena lemparan batu, dan secara cepat kita mengantar ke Puskesmas,”Kata Nelwan.

Lebih lanjut nelwan berharap, supaya pihak panitia dan keamanan bisa mengamankan para pelaku, karena yang jadi korban ini adalah adik-adik pemain dari tim Babtista yang mana adik-adik pemain ini terkena lemparan batu mengenai kepala, Bahu, belakang dan paha karena saat itu semua berada dalam mobil.

“Kita sebagai Pelatih Babtista punya satu harapan yang besar supaya turnamen ini bisa berjalan lancar dan selesai. Dan kebetulan kita menang di 8 Besar, maka saat ini kita lolos di Semi Final. Akan tetapi untuk keamanan, kita rasa sangat tidak terjamin.

“Dua pertandingan lagi yang harus kita ikuti yaitu Semi Final, atau kalau kita lolos maka bisa bertanding di Final ataupun kalaupun tidak lolos maka kita di raner Up. Jadi dua pertandingan ini menurut saya akan sangat tidak nyaman, sehingga harapan saya panitia harus bijak untuk mempertimbangkan hal ini. Dan kalau bisa tempat pertandingannya digeser ke tempat yang netral yaitu, pilihan salah satunya adalah lapangan Hanimasin kecamatan wewiku dikarenakan lapangan umum betun masih digenangi air hujan,”Harap Nelwan.

Selanjutnya salah satu Pelatih tim Babtista, Yoseph Klau yang saat itu berada di lokasi kejadian, mengisahkan kronologis kejadian saat usai pertandingan itu berlangsung.

“Awalnya dari pertandingan hingga waktu normal berakhir, ada penambahan waktu sampai adu penalti, dan hasilnya Babtista yang unggul dan itupun tidak ada masalah. Sepuluh atau Lima belas menit kemudian, kita bergerak menuju kendaraan untuk pulang. Saat itu kepolisian sudah pulang semua, dan mereka yang ada ditempat parkiran, kita mengira orang-orang yang menjaga parkiran, jadi kita rasa tidak ada masalah. Setelah itu, pemain babtista menuju kendaraan, salah satu dari orang yang tidak dikenal OTK) itu menarik salah satu pemain babtista, dan itu tidak terjadi apa-apa. Tapi saat mobil yang ditumpangi pemain keluar dari pintu gerbang menuju arah Besikama, mereka (orang tidak dikenal) tersebut mulai lempar.

“Awalnya satu atau dua orang yang lempar, akan tetapi tidak lama kemudian mereka (pelaku) ikut melempar. Dan akibat dari pelemparan itu, mengenai sasaran pada beberapa pemain babtista, sehingga menyebabkan salah satu pemain babtista mengalami luka pada bagian kepala, dan tiga orang lainnya yang mengalami memar pada bahu, paha dan belakang,”Ucap Yoseph.

Lebih lanjut Yoseph menjelaskan, bahwa tidak hanya di pintu gerbang lapangan Bola itu saja mereka (pelaku) melempar pemain babtista, namun pada tikungan pertama arah dari lapangan itu juga sekitar kurang lebih 20 orang, juga menghadang pemain babtista dan melempar dengan tumpukan batu yang sudah dipersiapkan.

“Aksi pelemparan ditikungan itu saya sendiri yang membubarkan mereka dengan mengatakan kepada mereka bahwa, apa salah kami sehingga kalian segitu benci sama kami, dan saya terus maju sambil berkata hal yang sama sehingga mereka (pelaku) mundur.

“Setelah itu kami lanjut jalan hingga tikungan depan alfamart Hatimuk, mereka (pelaku) masih menghadang kami disitu sambil melempar secara terus menerus. Sampai akhirnya saya dibantu salah satu teman pelatih tim Hatimuk United yang berhasil membubarkan mereka (pelaku). Jadi ini bukan masalah pemain dan pemain, tapi ini pemain dan suporter, sehingga kami dari tim babtista sangat terganggu sekali, apalagi kami masih Dua kali lagi pertandingan di lapangan dan tempat yang sama,”Sesalnya.

Sementara Romo Sonny Akoit, pr, selaku pembina bagi tim pemain dari Babtista kepada media ini juga mengungkapkan, bahwa kejadian itu berlangsung sangat cepat, dan pertandingan selesai sekitar sepuluh atau lima belas menit, saat hendak beranjak pulang terjadilah aksi pelemparan itu. Dan saat itu pihak keamanan tidak ada ditempat, sehingga keadaannya semakin tidak kondusif.

“Jadi harapan saya supaya pertandingan-pertandingan berikut, bisa kondusif. Apalagi tadi didalam mobil itu ada beberapa anak kecil yang saya sayangkan, karena nanti bisa traumatis untuk mereka.

Jadi sekali lagi harapan saya, supaya pihak keamanan dan panitia harus bisa menjamin keamanan pemain dan juga semua orang yang datang menonton di tempat itu. Kalau tidak, pertandingan di Malaka tidak akan maju karena pemain-pemain tidak bermain dengan kebebasan yang baik. Mereka takut ketika mereka menang dalam pertandingan, maka mereka akan mengalami kejadian yang sama seperti hari ini. Jadi pihak panitia dan keamanan harus bisa menjamin semua pemain selama pertandingan dan setelah pertandingan,”Harap Romo Sonny. (*)